khasiat-daun-sirsakAkhir-akhir ini, daun sirsak memang jadi primadona. Bahan herbal ini dikenal khasiatnya sebagai obat anti kanker. Tak hanya menjadi pembicaraan masyarakat awam saja, kalangan medis dan ilmuwan juga turut meneliti kebenarannya.

Padahal selama ini, sirsak tidak begitu dikenal sebagai tanaman yang istimewa. Bahkan di Indonesia, tanaman sirsak dapat tumbuh tanpa perawatan khusus sekalipun. Baik di kebun maupun halaman rumah, tanaman buah ini bisa tumbuh subur. Dan buah sirsak juga bukan komoditi yang tergolong memiliki nilai jual tinggi.

Faktanya, tanaman yang bernama Latin Annona muricata ini sebenarnya sudah lazim dimanfaatkan sebagai obat sejak berabad-abad lamanya. Pada jaman dahulu, suku Indian yang hidup di kawasan benua Amerika telah menggunakan bagian-bagian tanaman sirsak, seperti kulit kayu, daun, akar, buah dan bijinya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Diantaranya yaitu asma, rematik, gangguan liver, hingga jantung. Sedangkan nenek moyang kita, sebenarnya juga sudah memanfaatkan buah dan daunnya untuk mengatasi gangguan sehari-hari. Manfaat daun sirsak untuk kesehatan antara lain sebagai obat batuk, ambeien, diare, bisul, cacingan, gatal-gatal dan masih banyak lagi.

Seiring perjalanan waktu, beberapa referensi hasil penelitian telah mencatat khasiat daun sirsak yang tak lepas dari kandungan beberapa senyawa penting di dalamnya. Utamanya daun sirsak, memiliki banyak kandungan tanin, fitosterol, kalsium oksalat, serta zat alkaloid. Sedangkan buah sirsak mengandung banyak protein, fosfor, kalsium, vitamin A dan vitamin C. Kandungan tersebut membuat daun sirsak berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur, antikejang, dan antiradang. Maka tak heran jika nenek moyang kita sering atasi penyakit dengan daun sirsak.

Jadi, meskipun ilmu medis dan penelitian belum dikenal oleh nenek moyang, daun sirsak telah banyak dikenal memiliki khasiat sebagai obat untuk beragam jenis penyakit.